Hi pak robert,
Ikut sharing sedikit.
Penyebab turnover (terutama voluntary resign) wajib di klasifikasikan, dan disepakati oleh seluruh jajaran manajemen. Karena percuma kita punya angka turnover tp tdk alasannya untuk dasar analisa.
Apalagi jika angka turnover dikaitkan dgn service period, dan ada LIFO (last in first out).
Meskipun alasannya tdk akurat, tp HR bisa meminta pertanggungjawaban dr dept head/ manager masing2. Turnover itu salah satu responsibility manager. Terutama pelaksanaan retention program dalam kelompok menciptakan ling. Kerja yg kondusif dan fair, development, dll.
Sedangkan retention HR lebih memastikan sistem mengontol hal itu berjalan, selain internal dan external equity comben, dev, career, dll berjalan.
Artinya, turnover adalah masalah bersaman bukan hanya HR.
Hasil exit interview memang terlihat standar dan bukan alasan sebenarnya jika kita tidak mengakali cara interview dan approach-nya.
Sama halnya dgn interview dlm recruitment apapun, kita harus berusaha membuat karyawan terbuka. Mungin kalau level staff, dgn staff HR. Level managerial dgn level mgr. Krn tdk semua org punya kemampuan komunisasi yg baik apalagi jika sudah punya persepsi negatif.
Memang tdk menjamin 100% berhasil.
Ada satu kondisi dimana org HR harus punya telinga yg panjang. Bagaimana kondisi di dept A, di dept B, dll. Dan saat kita exit interview kita pancing apakah itu alasan dia resign. Dapat berpura2 (atau tdk) berempati dgn cara berpikir karyawan jg bs memberikan hasil yang baik. Krn bs jd dia resign memang krn culture kita tdk sesuai. Mengingat gen Y emang berbeda dalam menjalani hidup dgn generasi X.
Yah, org HR memang harus punya banyak topeng (istilah saya saja) dalam menggali informasi.
Tetap semangat melakukan exit interview!
Salam,
Rini
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Faktor terbesar yg menyebabkan turn over diperusahaan itu apa?
apakah itu mengetahui hal tsb harus melalui exit interview?
karena sptnya exit interview itu byk bohongnya daripada benernya.
Mengapa saya katakan spt itu, lah kan ketika mengundurkan diri, mana dia mau berterus terang, paling banter jawabnya ingin mencari tantangan baru, atau ditetangga gai lebih gede, lokasi deket rumah, lokasi tdk macet, dan itu sptnya jawaban yg standard sekali.
mohon pencerahan dari anda semua
Untuk bertanya, berdiskusi atau komentar di milis silahkan ajukan ke email:
HRM-Club@yahoogroups.com
Utk Join milis ini dan menjadi member silahkan kirim Email ke :
HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com
Utk menghindari inbox penuh kirim email ke:
HRM-Club-digest@yahoogroups.com
UNTUK PROGRAM KONSULTASI & INHOUSE:
Untuk Konsultasi & Inhouse training silahkan hubungi HP 0817 994 0224
Program-program HRM:
1. Training:
Public House - Harga member
Inhouse - Harga member
2. Konsultasi - Harga Member
3. Recruitment service / search executive - Harga Member
LOW PRICE, HIGH QUALITY & EASY TO APPLICATION
HRM CLUB - HRM SCHOOL - HRM INDONESIA
HUBUNGI BPK SUNAWAN DI 0817 994 0224
Lihat Web
http://www.hrm-indonesia.com/
SLOGAN : HRM MEMANG BEDA
----
MILIS INI ADALAH MILIS SERIUS DLM SHARING, BUKAN SEKEDAR KONKOW, GUYONAN, KAMI BEDA DGN MILIS LAIN
KAMI AKAN HILANGKAN DISKUSI YANG ISINYA KONKOW, GUYONAN.
KARENA POSITIONING KAMI ADALAH MILIS SERIUS
----
Member Milis: 15.000 orang lebih dan hampir 10.000 orang aktif mengikuti milis, member tersebut terdiri HR Director, HR Manager, Asst. Manager & HR SPv, akademisi & HR Consultant, bahkan CEO Perusahaan sehingga diskusinya berbobot dan bergizi.
Saat ini HRM sering diminta untuk membantu membenahi sistem HR & Organsasi sampai bisa diaplikasikan dilapangan. Saat ini kami menangani rata-rata 3-4 perusahaan dalam sebulan untuk praktek pendampingan
Bila anda punya kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, mempunyai jiwa pengabdian & tidak terlalu komersial, & ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda
Pengelola
Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email lagi, silahkan kunjungi web:
http://groups.yahoo.com/unbounce






0 comments:
Post a Comment