Powered by Blogger.
RSS

RE: [HRM-Club] Posisi Intangible Asset dalam pembukuan neraca

 

Sudah diatur dalam PSAK 19 tentang aktiva tidak berwujud (intangible asset). Silahkan bisa di pelajari.

 

Salam,

Rudy

 


From: HRM-Club@yahoogroups.com [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com] On Behalf Of Simon Sibarani
Sent: 07 Juli 2013 21:45
To: HRM-Club@yahoogroups.com
Subject: Bls: [HRM-Club] Posisi Intangible Asset dalam pembukuan neraca

 

 

Mohon maaf Pak Ismal. Mungkin postingan dari Pak Ismail bukan untuk menjawab pertanyaan saya, akan tetapi ijinkan saya untuk mengajukan pertanyaan dan pendapat atas postingan dari Pak Ismali, sebagaimana dibawah.

Bukan apa apa Pak Ismail, hanya karena penasaran saja. Kebetulan dulu saya pernah menangani tugas marketing (pemberi kredit) pada salah perusahaan lembaga keuangan non bank> maka saya salah satu yang saya kerjakan setiap hari adalah analisa neraca keuangan para calon nasabah.

 

Setahu saya, dalam sistim akuntansi Indonesia, baik untuk perusahaan manufaktur, perdagangan atau lembaga keuangan sekali pun, intangible aset tidak pernah dibukukan di dalam neraca keuangan

Hal ini adalah karena alasan sebagaimana disebut dalam artikel yang dipostingkan oleh Pak Ismail, besaran nilanya belum bisa dipastikan. the major characteristic of an intangible assets is the high degree of uncertainty concerning the future benefits that are to be received from its employment

Nah, kalau besaran nilainya belum bisa dipastikan, maka akan dicatat dalam angka berapa?

Pada sisi lain, kalau kita menjurnalkan setiap perkiran, tentu harus ada lawan perkiraannya. Maka, lawaqn perkiraan untukintangible aset, ya belum bisa dipastikan, apakah dalam bentuk hasil penjualan produk / jasa perusahaan atau penjualan perusahaan itu sendiri?

 

Sebagaimana disebutkan dalam artikel Intangible aset yang dipostingkan oleh Pak Ismail. 

Disitu disebutkan bahwa intangible assets dicatat dalam sistem akuntansi apabila didahului oleh adanya transaksi akuisisi

Kemudian, Goodwill dapat timbul dari akuisisi. Goodwill yang timbul akibat akuisisi mencerminkan pembayaran yang dilakukan oleh pengakuisisi untuk mengantisipasi manfaat ekonomi yang akan diperoleh pada masa depan.

 

Kesimpulannya, intangible aset baru dapat dibukukan setelah adanya treansaksi atas intangible aset tersebut

 

Akan tetapi, saya tidak bermaksu bahwa human capital itu sebagai intangible asset yang memang ada nilainya, walau belum dibukukan. Sebelum transaksi dilakukan, nilai intangble aset bisa terlihat pada laporan penilaian dari perusahaan penilai (appraisal company) untuk mengukur besaran nilai dari perusahaan, akan tetapi bukan dalam laporan neraca keuangan

 

Human capital sebagai aste itu memang benar ada.

Misalkan Bill Gate, yang memulai usahanya dari garasi rumah, Yang menjadi capitalnya yang membuat dia menjadi terkaya di dunia adalah "skiil"nya yang mampu menciptakan produk bari, pertamanya Ms DOS

Demikian pula Pak Ciputra, dulu pada tahun 1974, saya masih sempat melihat beliau bekerja sebagai karyawan pada PT, JAYA OHBAYASHI. Aset yang dimilikinya untuk menjadi pengusaha yang sukses menjadi besar, adalah idenya yang dia jual ke Pak Ali Sadikin, untuk menjadikan pantai Ancol menjadi kawasan wisata. Demikian pula idenya untuk menjadikan kawasan perkebunan karena menjadi perumahan Pondok Indah, yang ternyata mampu mengalahkan Permata Hijau

 

Demikian pemikiran saya Pak Simail

 

Simon J. Sibarani

twitter@yosibara

 


Dari: ismail.hrga <ismail.hrga@yahoo.co.id>
Kepada: HRM-Club@yahoogroups.com
Dikirim: Sabtu, 6 Juli 2013 16:51
Judul: [HRM-Club] Posisi Intangible Asset dalam pembukuan neraca

 

 

Kalau kita membaca dengan baik neraca keuangan perbankan, pasti anda akan melihat bagian yg dinamakan intangible asset, tapi saya sendiri baru melihatnya pada dunia bank, sedangkan industri lain blm pernah melihatnya . kalau dibahas lebih dalam intangible asset sangat berkaitan erat dengan intellectual capital dan goodwill, silahkan baca tulisan dibawah ini.

==========================
Pengenalan Laporan Keuangan Perbankan
March 31st, 2012 • Related • Filed Under

Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Dalam dunia perbankan tentu saja ada beberapa jenis laporan keuangan. Jenis-jenis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1. Neraca Bank

Neraca (Balance Sheet) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan (harta), kewajiban (hutang), dan modal dari suatu perusahaan pada saat / tanggal tertentu. Isi neraca secara garis besar adalah sebagai berikut :

a) Asset : kekayaan atau sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang.

Asset lancar : uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan-kekayaan lain yang bisa dicairkan menjadi uang tunai, dijual maupun dipakai habis dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek (satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan). Yang termasuk aset lancar: Kas (saldo uang tunai pada tanggal neraca), Bank (saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca), Surat berharga jangka pendek, Piutang, Persediaan (barang berwujud yang tersedia untuk dijual, di produksi atau masih dalam proses), Beban dibayar dimuka.
Investasi jangka panjang (long term investment) : Terdiri dari aset berjangka panjang (tidak untuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang) yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan. Misalnya: penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga, dana untuk tujuan-tujuan khusus (dana untuk pelunasan hutang jangka panjang), tanah yang dipakai untuk lokasi usaha.
Aset Tetap (Fixed Asset) : Aset berwujud yang digunakan untuk operasi normal perusahaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan. Misalnya: tanah untuk lokasi baru, gedung, mesin-mesin dan peralatan produksi, peralatan kantor, kendaraan.
Aset Tak Berwujud (Intangible Asset) : Terdiri hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan, Misal: hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.
Aset lain-lain (Other Asset) : Untuk menampung aset yang tidak bisa digolongkan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan aset tetap tak berwujud. Misalnya; mesin yang tidak dipakai dalam operasi.

b) Kewajiban dapat digolongkan menjadi :

Kewajiban Lancar (current liabilities) : Kewajiban lancara meliputi

kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka satu tahun atau jangka satu siklus operasi normal perusahaan. Misalnya: hutang usaha, beban yang harus masih dibayar, pendapatan yang diterima dimuka, utang pajak, utang bunga.

Kewajiban Jangka Panjang (long – term debts) : Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Misalnya: utang hipotik, utang obligasi.
Kewajiban lain-lain : Adalah kewajiban yang tidak bisa digolongkan ke kewajiban lancer dan kewajiban jangka panjang.
Ekuitas : Menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang

diukur atau ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dan kewajiban. Jenis ekuitas berdasarkan bentuk perusahaan :

- Perusahaan perorangan

- Perusahaan persekutuan

- Perusahaan perseroan

2. Laporan Laba/ Rugi Bank

Laporan rugi / laba (income statement) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta mengikhtisarkan transaksi transaksi yang terjadi dalam perusahaan, kedua pendekatan itu adalah:

Dasar Tunai (Cash Basis) : Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi laba pada periode tertentu.
Dasar Waktu ( Akrual Basis ) : Sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu.

Dalam laporan laba-rugi, terdapat tiga rekening (akun) yang perlu dipahami yaitu:

Pendapatan : Adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan akitivitas perusahaan yang biasa (reguler)contoh : penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.

Beban : Adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang.
Laba / Rugi : Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari beban yang terjadi.

3. Laporan Kualitas Aktiva Produktif

Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hukum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktiva produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan kontribusi pendapatan bagi bank.

4. Laporan Komitmen dan Kontigensi

Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank, baik dalam rupiah maupun valuta asing, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Komitmen ini dapat bersifat tagihan ataupun kewajiban bagi bank. Komitmen tagihan adalah komitmen yang diterima oleh bank dari pihak lain, sedangkan komitmen kewajiban adalah komitmen yang diberikan oleh bank kepada nasabah dan atau pihak lain.

Tagihan komitmen antara lain :

- Fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik.

- Posisi pembelian valuta asing, dll.

Kewajiban komitmen antara lain :

- Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik

======================================================
Intangible Assets ; definisi dan karakteristiknya
Posted by Kun Kurokawa

Apa yang di maksud dengan intangible asset? The New York Times Dictionary of Money and Investing (Gillis, 2003) mendefinisikan intangible asset sebagai "a legal claim to some future benefit, typically a claim to future cash. Simply put, an intangible asset is an asset that is not physical in nature. Definisi ini sejalan dengan dua syarat utama assets, yaitu (1) sacrifices made dan (2) future economic benefits. Intangible asset juga dikenal dengan intellectual assets, intellectual capital, intellectual property, atau knowledge capital. Contoh-contohnya meliputi copyrights, patents, intellectual property, goodwill, brands, trademarks, ideas, dan relationships. Daftar ini dengan mudah dapat diperluas sehingga mencakup elemen-elemen seperti creativity, innovation, professionalism, dan loyalty. Intangible assets umumnya memiliki dua karakteristik utama, yaitu : (1) ketiadaan eksistensi fisik dan (2) tingkat ketidakpastian yang tinggi terkait dengan manfaat masa depannya. Diskusi-diskusi mendalam yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ketiadaan eksistensi fisik, sebagai karakteristik intangible assets, bukan merupakan kriteria utama. Bank deposits, piutang usaha, dan investasi jangka panjang juga memenuhi kriteria ketiadaan eksistensi fisik, tetapi diperlakukan sebagai tangible assets. Para akuntan umumnya mengedepankan karakteristik yang kedua sebagai kriteria utama intangible assets. Kieso dan Weygant (1989) mengarisbawahi bahwa the major characteristic of an intangible assets is the high degree of uncertainty concerning the future benefits that are to be received from its employment. Dalam Kieso dan Weygant (1989) dinyatakan bahwa intangible assets dibedakan berdasarkan empat karakteristik, yaitu (1) identifiability, (2) manner of acquisition, (3) expected period of benefit, dan (4) separability from an entire enterprise. Paralel dengan perlakuan terhadap tangible assets, intangible assets harus dicatat at cost. Hal ini mengindikasikan bahwa intangible assets dicatat dalam sistem akuntansi apabila didahului oleh adanya transaksi akuisisi. Kieso dan Weygant (1989) menegaskan if intangible assets are acquired for stocks or in exchange for other assets, the cost of the intangible is the fair market value of the consideration given or is the fair market value of the intangible received, whichever is more clearly evident. Atas nama reliability, dengan mengorbankan relevancy, intangible assets yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan tidak dilaporkan dalam laporan keuangan. Pada kenyataannya intangible assets yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan sering kali merupakan faktor penting penentu value perusahaan.

Goodwill
Salah satu jenis intangible assets yang memperoleh porsi kajian yang cukup besar, mungkin paling besar dibandingkan dengan yang lain, adalah goodwill. Apa itu goodwill? Goodwill merupakan bagian dari aktiva dalam neraca yang mencerminkan kelebihan pembayaran atas aktiva yang dibutuhkan perusahaan dibandingkan dengan nilai pasar. Atau, intangible assets merepresentasikan jumlah yang lebih besar dari nilai buku yang dibayar oleh suatu perusahaan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Secara teoretis, goodwill merupakan nilai sekarang dari kelebihan laba dari suatu perusahaan pada masa yang akan datang (Wikipedia, 2008).
Goodwill dapat timbul dari akuisisi. Goodwill yang timbul akibat akuisisi mencerminkan pembayaran yang dilakukan oleh pengakuisisi untuk mengantisipasi manfaat ekonomi yang akan diperoleh pada masa depan. Manfaat ekonomi tersebut dapat dihasilkan dari sinergi antar assets yang diakuisisi. Manfaat ini juga dapat timbul dari assets yang tidak memenuhi persyaratan untuk diakui dalam laporan keuangan, namun pengakuisisi bersedia membayarnya. Pada saat dibukukannya suatu akuisisi, mungkin goodwill yang diakui tidak merefleksikan manfaat ekonomi pada masa depan bagi pengakuisisi. Hal tersebut dapat terjadi karena sejak dilakukan negosiasi telah terjadi penurunan terhadap ekspektasi future cash flows dari assets yang diakuisisi.
Dalam transaksi akuisisi dapat terjadi negative goodwill. Jika cost of the acquisition lebih rendah daripada interest pengakuisisi atas nilai wajar assets dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi, maka nilai wajar non-monetary assets yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Apabila nilai wajar non-monetary assets sudah diturunkan seluruhnya, namun ternyata masih terdapat sisa selisih yang belum tereliminasi, maka sisa selisih tersebut diakui sebagai negative goodwill dan diperlakukan sebagai deferred income. Secara sistematis jumlah tersebut diamortisasi selama suatu periode yang tidak kurang dari dua puluh tahun. Dengan berlalunya waktu manfaat goodwill akan berkurang. Hal ini mencerminkan menurunnya kemampuan goodwill untuk memberikan kontribusi pada future income. Oleh karena itu, goodwill diamortisasi dan dibukukan sebagai beban secara sistematis selama masa manfaatnya.
Menurut Prinsip Standar Akuntansi Keuangan (PSAK, 2007), dalam mengamortisasi goodwill digunakan metode garis lurus, kecuali terdapat metode lain yang dianggap lebih tepat pada keadaan tertentu. Periode amortisasi goodwill tidak lebih dari lima tahun. Apabila terdapat dasar yang justifiable, periode amortisasi goodwill dapat lebih panjang, tetapi tidak lebih dari dua puluh tahun.
Mengingat goodwill merupakan manfaat ekonomi dan hasil sinergi, maka sering kali sulit untuk mengestimasi masa manfaatnya. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi masa manfaat goodwill meliputi:
a. ramalan unsur bisnis atau industri yang bersangkutan;
b. pengaruh keusangan produk, perubahan dalam permintaan, dan faktor ekonomi lainnya;
c. ekspektasi sisa masa kerja para manajer atau kelompok karyawan yang menjalankan usaha penting;
d. antisipasi tindakan para pesaing atau calon pesaing; serta
e. ketentuan hukum, peraturan yang berlaku, atau ketentuan konstraktual yang mempengaruhi masa manfaat goodwill. Saldo goodwill yang belum diamortisasi harus dievaluasi pada setiap tanggal neraca. Apabila terdapat indikasi bahwa jumlah tersebut sepenuhnya atau sebagian tidak dapat dipulihkan dari ekspektasi manfaat ekonomi pada masa depan, maka bagian langsung dibukukan sebagai beban pada periode yang bersangkutan. Setiap penurunan nilai goodwill tidak boleh dinaikkan kembali pada periode selanjutnya. Impairment nilai goodwill dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti trend ekonomi yang tidak menguntungkan, perubahan situasi persaingan dan hukum, dan regulasi. Penurunan jumlah arus kas yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai deciding indicator untuk menyatakan telah terjadinya impairment nilai goodwill. Dalam keadaan tersebut saldo goodwill segera diturunkan dan diakui sebagai beban.

 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (4)
Recent Activity:
-- Pendiri Bpk SUNAWAN - HP. 0817 994 0224 : Jumlah Member 17.000 --
HRM Club memiliki Member diseluruh Indonesia,
dan sebagai Chairman HRM Club adalah Bpk sunawan,
beliau juga adalah President HRM Indonesia
===================================================================

Untuk bertanya, berdiskusi atau komentar di milis silahkan ajukan ke email:
HRM-Club@yahoogroups.com

Utk Join milis ini dan menjadi member silahkan kirim Email ke :
HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com

Utk menghindari inbox penuh kirim email ke:
HRM-Club-digest@yahoogroups.com

Sering keluar kota, ubah seting ke digest:
HRM-Club-digest@yahoogroups.com

UNTUK PROGRAM KONSULTASI & INHOUSE:
Untuk Konsultasi & Inhouse training silahkan hubungi HP 0817-994 0224

Program-program HRM:
1. Training:
   Public House - Harga member
   Inhouse - Harga member
2. Konsultasi - Harga Member
3. Recruitment service - Harga Member

LOW PRICE, HIGH QUALITY & EASY TO APPLICATION
HRM CLUB - HRM SCHOOL - HRM INDONESIA

Lihat Web
http://www.hrm-indonesia.com/
SLOGAN : HRM MEMANG BEDA

----
MILIS INI ADALAH MILIS SERIUS DLM SHARING, BUKAN SEKEDAR KONKOW, GUYONAN, KAMI BEDA DGN MILIS LAIN

KAMI AKAN HILANGKAN DISKUSI YANG ISINYA KONKOW, GUYONAN.
KARENA POSITIONING KAMI ADALAH MILIS SERIUS
----

Member Milis: 17.000 orang lebih dan hampir 10.200 orang aktif mengikuti milis, member tersebut terdiri HR Director, HR Manager, Asst. Manager & HR SPv, akademisi & HR Consultant, bahkan CEO Perusahaan sehingga diskusinya berbobot dan bergizi.

Bila anda punya kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, punya jiwa pengabdian & tidak komersial & ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda


Pengelola

Aflaqha Dewi Ilmiarini
Dewi Indrayani

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email, silahkan kunjungi web:
http://groups.yahoo.com/unbounce
.

__,_._,___

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment