Powered by Blogger.
RSS

Re: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha

 



Dear Bp. Arnold
 
Bagi perusahaan atau pengusaha yang masih penasaran akan Sanksi bagi yang tidak mau membayar atau telat membayar THR.
 
Saya persilahkan untuk mencobanya terlebih dahulu, nanti jika ada sanksi yang diterima, saya mohon bagi-bagi informasinya...... Apa Sangsi yang diterima ?? he...he.....
 
 
Salam.
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, July 16, 2013 12:36 PM
Subject: RE: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha

 

Pak Gusti,

Silakan anda berkonsultasi langsung dg pihak Disnaker setempat pak jika anda ragu dg aturannya, agar anda bisa mendapatkan penjelasan & gambaran yg lebih jelas lagi.

Bagi saya sudah jelas THR adalah HAK dari pekerja sbg pemenuhan kebutuhan & kesejahteraannya. Mau diberikan atau tidak kpd karyawan itu adalah keputusan dari perusahaan anda.

Regards,

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=

Arnold Dharmawan Arsad, SH

Personnel Assist. Manager

PT SANYO Energy Batam

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=

From: HRM-Club@yahoogroups.com [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com] On Behalf Of gustiok
Sent: Tuesday, July 16, 2013 11:58 AM
To: HRM-Club@yahoogroups.com
Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha

 

Sanksi Administratif dan sanksi pidana?
dasar pasalnya apa shg hrs menerima hukuman tsb?
setahu saya seseorang bs dipidanakan hrs berdasarkan UU, bukan omongan menteri, bukan surat edaran menteri.

Kalau UU saja tdk mengatur sanksinya, bagaimana bs seseorang dihukum atas dasar omongan menteri.

Karena itu saya jadi ragu, jangan-jangan tdk apa-apa pengusaha tdk membayarkan THRnya

--- In HRM-Club@yahoogroups.com, <Arnold.Dharmawan@...> wrote:
>
> Pak Gusti,
>
> Sanksinya secara tegas tdk ada dicantumkan dlm aturan UU 13/2003 ataupun Permen 04/1994. Saya sdh sampaikan berulang kali tadi pd tulisan saya dibawah, secara teks tdk ada aturan yg jelas mengenai sanksi tdk dibayarkannya THR. Dan penindakannya pun masih berdasarkan atas laporan/pengaduan dari pekerja ke Disnaker setempat ataupun posko2 Satgas Lebaran Disnaker. Sanksinya yg diberikan beragam, mulai dari sanksi administratif hingga ke pidana. Kenapa bisa ke pidana? Krn Kemenakertrans telah menyatakan bhw THR adalah HAK pekerja, simak pernyataan Menakertrans Muhaimin Iskandar pada thn 2012 lalu yg saya dikutip dari websites Disnaker Propinsi Jatim:
>
> “Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan tunjangan hari raya keagamaan (THR) merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya. Oleh karena itu dihimbau agar para pengusaha harus segera memberikan THR kepada pekerjanya secara tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum lebaran (H-7). “Kepastian pembayaran tepat waktu akan membuat pekerja/buruh dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik sehingga diharapkan dapat memacu peningkatan produktivitas perusahaan,’’kata Muhaimin.
>
>
> Dan anda bisa paham jika HAK tsb dilanggar sanksinya apa dlm UU. Bukan berarti tdk ada aturannya lalu bisa beralasan tdk mau membayarkan THR.
>
> Sekedar menambahkan, seperti yg saya sampaikan sebelumnya bhw kita sbg praktisi HR jgn hanya melihat suatu permasalahan dari sisi legal (hukum) saja, tapi coba lihat dari sisi2 yang lainnya, dan jika perlu bisa membuat keputusan yg jelas & tegas dari analisa & interpretasi yg baik. Namun jika anda masih ragu dg aturan jelasnya, mungkin anda bisa berkonsultasi dg pihak Disnaker setempat agar bisa mendapatkan gambaran secara utuh.
>
>
>
> Regards,
> =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> Arnold Dharmawan Arsad, SH
> Personnel Assist. Manager
> PT SANYO Energy Batam
> =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
>
> From: HRM-Club@yahoogroups.com [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com] On Behalf Of gustiok
> Sent: Tuesday, July 16, 2013 10:19 AM
> To: HRM-Club@yahoogroups.com
> Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
>
>
>
> saya quote tulisan bpk:
> bagi saya ini jelas sdh melanggar prinsip UU 13/2003 itu sendiri yg menjunjung tinggi peningkatan kesejahteraan pekerja.
>
> Pertanyaan saya:
> Sanksi apa yg akan diterima pengusaha bila tdk bayar THR? itu ada dipasal berapa di UU 13/2003?
>
> --- In HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>, <Arnold.Dharmawan@> wrote:
> >
> > Pak Gusti,
> >
> > Dasar dari putusan pengadilan itu salah satunya adalah dari keyakinan dan pertimbangan hakim. Betul yg bapak sampaikan putusan pengadilan itu atas dasar aturan2 hukum. Namun hakim dalam memutuskan perkara itu juga akan melihat dari sisi2 lain, yaitu keyakinan hakim dan pertimbangan2 lain. Contohnya adalah memutuskan kasus tipiring (tindak pidana ringan), seperti mencuri sandal atau biji kakao. Kalau dilihat dari aturan hukumnya memang sudah jelas & sanksi2nya pun tegas. Namun dlm memutuskan perkara, hakim bisa melihat aspek2 lainnya utk mengeluarkan putusan yg berkeadilan.
> >
> > Lebih lanjut ttg putusan pengadilan bisa dilihat dari UU No. 48 Thn 2009 Ttg Kekuasaan Kehakiman yang mengatur tugas pokok hakim yaitu memeriksa, mengadili, dan memutuskan perkara. Hakim harus bertanggung jawab atas penetapan dan putusan yang dibuatnya serta didalam membuat pertimbangan hukum. Hakim harus berdasarkan pada alasan dan dasar hukum yang tepat dan benar. Tugas hakim didalam pertimbangan putusannya tidak hanya menentukan apa hukumnya bagi suatu fakta tertentu, melainkan juga norma2 hukum. Apabila untuk memecahkan suatu masalah/perkara tidak dijumpai aturan hukumnya, maka untuk pemecahan masalah tersebut harus dicari didalam doktrin hukum & nilai2 moral dengan mematuhi kode etik dan pedoman perilaku hakim. Produk hukum memang relative terbatas aturan2nya, utk itu dlm memutuskan perkara hakim juga wajib mempertimbangkan aspek2 lainnya. Dg kata lain memberikan interpretasi thdp pemecahan suatu perkara berdasarkan keyakinan & pertimbangannya.
> >
> > Hukum memang dibuat & di susun utk penegakan ketertiban dan keamanan, namun hukum juga memiliki fungsi sbg pemberi keadilan bagi semua pihak sebagaimana tujuannya utk â€Å"equal justice”.
> >
> > Benar yg bapak sampaikan, bhw aturan pemberian sanksi THR yg tdk jelas akan bisa membuat perusahaan/pengusaha berdalih tdk mau membayarkan THR. Tapi kalau dilihat dari sisi lain, seperti prinsip keadilan, psikologis, sosial & kemanusiaan THR tdk diberikan hanya krn semata2 tdk ada aturan sanksi yg tegas, bagi saya ini jelas sdh melanggar prinsip UU 13/2003 itu sendiri yg menjunjung tinggi peningkatan kesejahteraan pekerja. Menurut saya, tugas kita sbg praktisi HR hampir sama dg seorang hakim. Apabila ada sebuah masalah yg blm jelas aturan hukumnya HRD bisa memberikan interpretasinya berdasarkan pertimbangan2 lain diluar aspek hukum.
> >
> >
> > Regards,
> > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > Arnold Dharmawan Arsad, SH
> > Personnel Assist. Manager
> > Industrial Relations, Legal & Training Div.
> > PT SANYO Energy Batam
> > Jl. Beringin Lot 11, Batamindo Industrial Park
> > Muka Kuning, Batam 29433
> > Kep. Riau, Indonesia
> > Tel. +62-770-611321 Ext. 151
> > Fax. +62-770-611348
> > arnold.dharmawan@
> > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> >
> > From: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com> [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>] On Behalf Of gustiok
> > Sent: Tuesday, July 16, 2013 9:15 AM
> > To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> >
> >
> >
> > Pak Arnold
> >
> > Masalah hukum bukan masalah fair atau tdk fair, tp pasalnya spt apa. Apa pernah pengadilan bicara fair tidak fair? perasaan saya selama ini pengadilan melihat peraturan yg ada.
> >
> > Pasal sanksi yg anda sebutkan berkaitan dgn tunjangan, ternyata kalau saya baca ternyata tdk ada hubungannya dgn THR tuh, sptnya terjadi kesalahan logika hukum.
> >
> > Artinya bisa saja pengusaha tdk bayar THR karena sanksi hukumnya tdk jelas.
> >
> > --- In HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>, <Arnold.Dharmawan@> wrote:
> > >
> > > Pak Gusti,
> > >
> > > Seperti yg saya sampaikan sebelumnya, memang dlm UU 13/2003 tdk ada aturan yg secara tegas mengatur ttg tata cara pembayaran THR & kapan waktunya THR dibayarkan. Tapi saya beranggapan THR dpt dikategorikan sbg tunjangan tetap yg wajib diberikan ke pekerja utk memenuhi kebutuhannya & kesejahteraannya. Alasan saya, THR itu kan diberikan secara rutin setiap tahunnya, jadi menurut saya THR dpt dikategorikan sbg tunjangan tetap.
> > >
> > > Pd sanksi2 yg dicantumkan di Ps. 183-190 UU 13/2003 itupun hanya mengatur ttg sanksi atas pelanggaran2 ketentuan ketenagakerjaan. Tdk ada mengatur secara tegas ttg sanksi atas keterlambatan pembayaran THR. Sejauh ini, penindakan thdp perusahaan/pengusaha yg telat membayarkan THR hanya dpt dilakukan berdasarkan pengaduan dari pekerja. Pemerintah masih menggunakan Permen No. 04/1994 sbg acuan dlm pemberian THR. Padahal jika dipandang dari kondisi saat ini, Permen tsb sdh tdk sesuai lagi.
> > >
> > > Contohnya, pemberian THR pd pekerja kontrak (PKWT). Di Permen tsb karyawan PKWT yg habis masa kontraknya H -1 dari hari raya sekalipun tdk berhak mendapatkan THR. Kalau kita lihat dari sisi legal memang aturannya jelas, tapi kalau dilihat dari sisi kemanusiaan, apakah fair membedakan seperti itu? Misalnya saja A & B yang sama2 bekerja di PT XYZ dg status karyawan PKWT dg jangka waktu yg berbeda bbrp hari finish contract-nya. A habis masa kontraknya pd tgl 6 Agustus 2013 (H -2 Idul Fitri 2013), sementara B habis masa kontraknya pd tgl 12 Agustus 2013. Menurut bapak, apakah fair jika si A tdk dpt THR & B dpt THR hanya krn kita melihat dari sisi legal saja? Kalau menurut saya, tdk fair pak.
> > >
> > > Memang benar yg bapak sampaikan bhw kita harus bertindak sesuai dg aturan yg berlaku, hrs ada dasar hukumnya. Tapi ada kalanya kita sbg praktisi HR hrs dapat melihat sisi2 lain dlm membuat keputusan. Hukum itu bukan hanya aturan yg tertulis, namun juga ada aturan2 tdk tertulis yg menjadi hukum krn kebiasaan2 (custom law).
> > >
> > >
> > > Regards,
> > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > > Arnold Dharmawan Arsad, SH
> > > Personnel Assist. Manager
> > > PT SANYO Energy Batam
> > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > >
> > > From: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com> [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>] On Behalf Of gustiok
> > > Sent: Tuesday, July 16, 2013 7:57 AM
> > > To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> > >
> > >
> > >
> > > saya sudah bolak-balik dan baca berkali-kali pasal yg bapak sebutkan yakni 183-190 UU 13/2003, tdk ada tuh yg berkaitan dengan THR.
> > >
> > > Kira-kira dimana pak? karena kita bertindak harus dasar hukumnya.
> > > saya jadi berfikir, jangan-jangan tidak ada sanksi bagi pengusaha yg telat bayar THR, tidak ada sanksi bagi pengusaha yg tdk bayar THR.
> > >
> > > --- In HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>, <Arnold.Dharmawan@> wrote:
> > > >
> > > > Dear pak Gusti,
> > > >
> > > > Bisa dilihat di pasal 183 ÃÆ'¢â‚¬" 190 UU 13/2003 pak. Disitu semua menjelaskan sanksi2 atas pelanggaran ketentuan2 ketenagakerjaan.
> > > >
> > > >
> > > > Regards,
> > > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > > > Arnold Dharmawan Arsad, SH
> > > > Personnel Assist. Manager
> > > > PT SANYO Energy Batam
> > > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > > >
> > > > From: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com> [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>] On Behalf Of gustiok
> > > > Sent: Monday, July 15, 2013 4:41 PM
> > > > To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Pak arnold,
> > > >
> > > > mohon penjelasannya pak, dipasal berapa sanksi tsb bisa saya lihat di UU 13/2003?
> > > >
> > > > --- In HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>, <Arnold.Dharmawan@> wrote:
> > > > >
> > > > > THR adalah termasuk hak dari pekerja. Dlm pasal 1 ayat 30 UU 13/2003 sdh dijelaskan bhw:
> > > > >
> > > > > ÃÆ'Æ'¢ÃÆ'¢â€šÂ¬ÃÆ'…"Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.ÃÆ'Æ'¢ÃÆ'¢â€šÂ¬ÃÆ'‚
> > > > >
> > > > > Dan THR yang termasuk sebagai tunjangan bagi pekerja, maka THR merupakan keharusan yang diberikan oleh perusahaan/pengusaha kpd pekerja krn termasuk hak bagi pekerja. Utk sanksi2nya bisa dilihat di pasal 183-190 UU No. 13/2003. Memang mengenai THR tdk disebutkan secara rinci dlm UU 13/2003 tsb, ketentuannya mengikuti Permen No. 04 Thn 1994 Ttg THR yang masih digunakan hingga saat ini.
> > > > >
> > > > > Berkaitan dg sdh dihapusnya UU Naker yg lama (UU 14/1969) setelah UU 13/2003 terbit, dg sendirinya ketentuan sanksi2 pidana atau administrative dari pelanggaran2 ketenagakerjaan akan mengikuti sanksi2 yg sdh diatur dlm UU 13/2003.
> > > > >
> > > > >
> > > > > Regards,
> > > > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > > > > Arnold Dharmawan Arsad, SH
> > > > > Personnel Assist. Manager
> > > > > PT SANYO Energy Batam
> > > > > =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=
> > > > >
> > > > > From: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com> [mailto:HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>] On Behalf Of gustiok
> > > > > Sent: Monday, July 15, 2013 11:44 AM
> > > > > To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > Subject: [HRM-Club] Re: Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Pak DC Zacky,
> > > > >
> > > > > lalu harus pakai pasal apa? peraturan apa untuk menjerat pengusaha yg telat bayar THR atau tdk mau bayar THR itu?
> > > > >
> > > > > Pasal 17 UU 14/1969 udah dibatalkan oleh UU 13/2003.
> > > > >
> > > > > Lalu bagaimana?
> > > > >
> > > > > salam
> > > > >
> > > > > --- In HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>, "DC ÃÆ'Æ'Æ'ÃÆ'¢â‚¬Å¡ÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚» Zacky A" <dencitro@> wrote:
> > > > > >
> > > > > > Ehm..mungkin jg bisa dimaknai spt itu (sama dengan)..atau mengacu kepada psl 17 UU tsb..
> > > > > >
> > > > > > Nah kalo "mengacu"..bisa berabe urusannya..krn UU tsb kan dah di cabut oleh UU 13/2003..piye iki?
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Send by DaCoTaBerryÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚®XL
> > > > > >
> > > > > > -----Original Message-----
> > > > > > From: "Barkah" <sbarkah@>
> > > > > > Date: Sat, 13 Jul 2013 01:46:56
> > > > > > To: <HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>>; DC > DenCitro Diwangsan<dencitro@>
> > > > > > Reply-To: sbarkah@
> > > > > > Subject: Re: [HRM-Club] Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> > > > > >
> > > > > > Apa bisa dimaknai sebagai "kurungan dan denda" sama dengan "ketentuan pasal 17 UU 14/1969?
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Salam,
> > > > > > Barkah
> > > > > >
> > > > > > Powered by Telkomsel BlackBerryÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚®
> > > > > >
> > > > > > -----Original Message-----
> > > > > > From: "DC > DenCitro Diwangsan" <dencitro@>
> > > > > > Sender: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > Date: Fri, 12 Jul 2013 15:51:08
> > > > > > To: <HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>>
> > > > > > Reply-To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > Subject: Re: [HRM-Club] Pembayaran THR - Pelanggaran oleh Pengusaha
> > > > > >
> > > > > > Jiaahhh...kok muter balik gitu sih...?
> > > > > >
> > > > > > Pasal 8
> > > > > > 1. Bagi pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1) - dan pasal 4
> > > > > > ayat (2), diancam dengan hukuman sesuai dengan
> > > > > > ketentuan *pasal 17 Undang-Undang No.14 tahun 1969* tentang
> > > > > > Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja.
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > Pada 12 Juli 2013 14.27, M.Ade Alfarid <QA@> menulis:
> > > > > >
> > > > > > > **
> > > > > > > Dear,
> > > > > > > Pelanggaran pengusaha dengan tidak membayarkan THR sesuai ketentuan yang
> > > > > > > berlaku dapat
> > > > > > > dikenakan pidana sesuai *Pasal 8 Permenaker 4/1994* yakni berupa kurungan
> > > > > > > dan denda.
> > > > > > >
> > > > > > > Ade
> > > > > > >
> > > > > > > On Fri, 12 Jul 2013 11:29:24 +0700, DC > DenCitro Diwangsan <
> > > > > > > dencitro@> wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > > Dear rekan MAA,
> > > > > > > >
> > > > > > > > Nice share...lengkap sekali.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Sekedar catatan : bahwa menurut UUK 13/2003 Pasal 192 butir (12)
> > > > > > > > dinyatakan, UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
> > > > > > > > Mengenai
> > > > > > > > Tenaga Kerja (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 55, Tambahan Lembaran
> > > > > > > > Negara
> > > > > > > > Nomor 2912); dinyatakan tidak berlaku lagi.
> > > > > > > >
> > > > > > > > Kalau memang demikian konstelasinya, bagaimana kiranya pelaksanaan
> > > > > > > > penerapan sanksi dalam hal pengusaha melanggar ketentuan ttg THR tsb...?
> > > > > > > > Jadi mikir nih...
> > > > > > > >
> > > > > > > > Salam,
> > > > > > > > DC-ZA
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > Pada 11 Juli 2013 14.05, M.Ade Alfarid <QA@> menulis:
> > > > > > > >
> > > > > > > >> **
> > > > > > > >> Fyi,
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Apa yang dimaksud dengan THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau biasa disebut THR adalah hak
> > > > > > > >> pendapatan
> > > > > > > >> pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja menjelang
> > > > > > > >> Hari
> > > > > > > >> Raya Keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. Hari Raya Keagamaan
> > > > > > > >> disini adalah Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam,
> > > > > > > >> Hari
> > > > > > > >> Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan,
> > > > > > > >> Hari
> > > > > > > >> Raya Nyepi bagi pekerja bergama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi pekerja
> > > > > > > >> yang beragama Buddha.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Adakah Hukum yang mengatur mengenai THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Ada, yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
> > > > > > > >> No.PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi
> > > > > > > >> Pekerja
> > > > > > > >> di Perusahaan.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Siapa yang wajib membayar THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Berdasarkan PER.04/MEN/1994 ,setiap orang yang mempekerjakan orang lain
> > > > > > > >> dengan imbalan upah wajib membayar THR, entah itu berbentuk perusahaan,
> > > > > > > >> perorangan, yayasan atau perkumpulan.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Apakah semua pekerja berhak mendapat THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Sesuai dengan yang tertera di PER.04/MEN/1994 pasal 2, pengusaha
> > > > > > > >> diwajibkan untuk memberi THR Keagamaan kepada pekerja yang telah
> > > > > > > >> mempunyai
> > > > > > > >> masa kerja 3 (tiga) bulan atau lebih secara terus-menerus. Peraturan ini
> > > > > > > >> tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap,
> > > > > > > >> karyawan kontrak atau karyawan paruh waktu.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Bagaimana cara menghitung THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Menurut PER.04/MEN/1994 pasal 3, besarnya THR adalah sebagai berikut:
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> ÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚· Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus
> > > > > > > >> atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> ÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚· Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus
> > > > > > > >> tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa
> > > > > > > >> kerja, yakni dengan perhitungan: jumlah bulan masa kerja x 1 bulan upah
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Contoh kasus :
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Budi telah bekerja sebagai karyawan kontrak di PT. X selama 7 bulan.
> > > > > > > >> Budi
> > > > > > > >> sendiri mendapat upah pokok sebesar Rp 2.500.000 ditambah tunjangan
> > > > > > > >> kesehatan Rp 200.000 dan tunjangan transportasi Rp 500.000. Berapa THR
> > > > > > > >> yang
> > > > > > > >> bisa didapat Budi?
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> THR yang berhak Budi dapatkan adalah :
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> 7/12 x (Rp. 2.500.000 + Rp. 200.000 + Rp. 500.000) = Rp. 1.866.666
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Apa yang dimaksud dengan upah disini? Apakah hanya gaji pokok atau take
> > > > > > > >> home pay?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Yang dimaksud upah disini adalah gaji pokok ditambah tunjangan-tunjangan
> > > > > > > >> tetap sesuai dengan PER.04/MEN/1994 pasal 3 ayat 2. Akan tetapi perlu
> > > > > > > >> digaris bawahi, apabila perusahaan memiliki peraturan perusahaan (PP),
> > > > > > > >> atau
> > > > > > > >> Perjanjian Kerja Bersama (PKB), atau kesepakatan kerja yang memuat
> > > > > > > >> ketentuan jumlah THR lebih dari ketentuan PER.04/MEN/1994 tersebut, maka
> > > > > > > >> jumlah yang lebih tinggi yang berlaku. Sebaliknya, apabila ada ketentuan
> > > > > > > >> yang mengatur jumlah THR lebih kecil dari ketentuan yang diatur oleh
> > > > > > > >> peraturan tersebut, maka yang berlaku adalah ketentuan PER.04/MEN/1994
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Perusahaan saya membayar THR berupa barang, apakah itu dibolehkan?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Menurut PER.04/MEN/1994 pasal 5, THR bisa diberikan dalam bentuk selain
> > > > > > > >> uang dengan syarat sebagai berikut:
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> 1. Harus ada kesepakatan antara pekerja dan pengusaha terlebih dahulu,
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> 2. Nilai yang diberikan dalam bentuk non-tunai maksimal 25% dari seluruh
> > > > > > > >> nilai THR yang berhak diterima karyawan, dan
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> 3. Barang tersebut selain minuman keras, obat-obatan, dan bahan obat,
> > > > > > > >> serta
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> 4. Diberikan bersamaan pembayaran THR.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Kapan Perusahaan wajib membayar THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum lebaran (H-7) hari
> > > > > > > >> keagamaan pekerja agar memberi keleluasaan bagi pekerja menikmatinya
> > > > > > > >> bersama keluarga. Namun apabila ada kesepakatan antara pengusaha dan
> > > > > > > >> karyawan untuk menentukan hari lain pembayaran THR, hal itu dibolehkan.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Bagaimana apabila Anda dipecat (PHK) sebelum hari Raya? Apakah tetap
> > > > > > > >> bisa mendapat THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Berdasarkan PER.04/MEN/1994 pasal 6, pekerja yang dipecat (PHK) tetap
> > > > > > > >> berhak mendapat THR apabila masa pemecatan maksimum 30 hari sebelum Hari
> > > > > > > >> Raya Keagamaan pekerja.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Lain halnya untuk karyawan kontrak. Karyawan yang kontraknya berakhir
> > > > > > > >> paling lama 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan pekerja tidak berhak
> > > > > > > >> atas
> > > > > > > >> THR.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Bagaimana jika pengusaha tidak mau membayar THR?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Pengusaha yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam dengan
> > > > > > > >> hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun
> > > > > > > >> 1969
> > > > > > > >> tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. Hukuman pidana
> > > > > > > >> kurungan maupun denda.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> *Apa yang bisa Anda lakukan apabila perusahaan melanggar ketentuan hak
> > > > > > > >> THR Anda?*
> > > > > > >
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Yang bisa Anda lakukan adalah adukan masalah ini ke Dinas Tenaga Kerja
> > > > > > > >> setempat. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan gugatan perselisihan
> > > > > > > >> hak ke
> > > > > > > >> Pengadilan Hubunan Industrial di provinsi tempat Anda bekerja.
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> --
> > > > > > > >> Regards,
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> Ade
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> On Tue, 09 Jul 2013 21:36:18 +0700, <adhika_karuna@> wrote:
> > > > > > > >>
> > > > > > > >> > Dear Rekan Febrino,
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Apa dasar anda mengatakan bahwa pekerja yg putus kontrak 1 minggu
> > > > > > > >> > sebelum hari raya berhak atas THR?
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Mohon dipelajari isi dari Permenaker No. 4 Tahun 1994 tentang THR
> > > > > > > >> diatur
> > > > > > > >> > di dalam pasal 6 ayat (2) dikatakan bahwa untuk pekerja yang kontrak
> > > > > > > >> > kerjanya habis sebelum jatuh tempo hari raya maka tidak berhak atas
> > > > > > > >> THR.
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Namun apabila Perusahaan mempunyai kebijakan bahwa pekerja tsb berhak
> > > > > > > >> > atas THR maka itu sah-sah saja menurut hukum dan tidak ada aturan yang
> > > > > > > >> > dilanggar karena pada prinsipnya ketentuan pemerintah itu mengatur
> > > > > > > >> > hal-hal yg menjadi landasan atau minimumnya, apabila perusahaan
> > > > > > > >> > memberikan kebijakan lebih baik dari yang diatur oleh UU itu sah-sah
> > > > > > > >> > saja dan tidak ada hukumannya.
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Regards,
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Adhika
> > > > > > > >> > Powered by Telkomsel BlackBerryÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚®
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > -----Original Message-----
> > > > > > > >> > From: febrino_psikologi03@
> > > > > > > >> > Sender: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > > >> > Date: Mon, 8 Jul 2013 05:33:52
> > > > > > > >> > To: <HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>>
> > > > > > > >> > Reply-To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > > >> > Subject: Re: [HRM-Club] Pembayaran THR
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Dear sdr agint
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Jawabannya : berhak
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Salam
> > > > > > > >> > Sent from BlackBerryÃÆ'Æ'‚ÃÆ'‚® on 3
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > -----Original Message-----
> > > > > > > >> > From: "Agin" <agin_afriant@>
> > > > > > > >> > Sender: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > > >> > Date: Mon, 08 Jul 2013 04:15:25
> > > > > > > >> > To: <HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>>
> > > > > > > >> > Reply-To: HRM-Club@yahoogroups.com<mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com><mailto:HRM-Club%40yahoogroups.com>
> > > > > > > >> > Subject: [HRM-Club] Pembayaran THR
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Dear Rekan rekan HRM
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > saya mau minta saran dari rekan rekan semua, akan pembayaran THR.
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > pertanyaan : apakah seorang yang masa kontrak kerja nya habis 1 minggu
> > > > > > > >> > sebelum lebaran dan tidak diperpanjang lagi masa kerjanya, berhak
> > > > > > > >> > mendapatkan THR ...???
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > mohon sumbangsih sarannya rekan rekan semua, terima kasih
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Regars,
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> >
> > > > > > > >> > Agin Afriant
> > > > > > > >>
> > > > > > > >>
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > --
> > > > > > > > DC => Zack
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > --
> > > > > > DC => Zack
> > > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (72)
Recent Activity:
-- Pendiri Bpk SUNAWAN - HP. 0817 994 0224 : Jumlah Member 17.000 --
HRM Club memiliki Member diseluruh Indonesia,
dan sebagai Chairman HRM Club adalah Bpk sunawan,
beliau juga adalah President HRM Indonesia
===================================================================

Untuk bertanya, berdiskusi atau komentar di milis silahkan ajukan ke email:
HRM-Club@yahoogroups.com

Utk Join milis ini dan menjadi member silahkan kirim Email ke :
HRM-Club-subscribe@yahoogroups.com

Utk menghindari inbox penuh kirim email ke:
HRM-Club-digest@yahoogroups.com

Sering keluar kota, ubah seting ke digest:
HRM-Club-digest@yahoogroups.com

UNTUK PROGRAM KONSULTASI & INHOUSE:
Untuk Konsultasi & Inhouse training silahkan hubungi HP 0817-994 0224

Program-program HRM:
1. Training:
   Public House - Harga member
   Inhouse - Harga member
2. Konsultasi - Harga Member
3. Recruitment service - Harga Member

LOW PRICE, HIGH QUALITY & EASY TO APPLICATION
HRM CLUB - HRM SCHOOL - HRM INDONESIA

Lihat Web
http://www.hrm-indonesia.com/
SLOGAN : HRM MEMANG BEDA

----
MILIS INI ADALAH MILIS SERIUS DLM SHARING, BUKAN SEKEDAR KONKOW, GUYONAN, KAMI BEDA DGN MILIS LAIN

KAMI AKAN HILANGKAN DISKUSI YANG ISINYA KONKOW, GUYONAN.
KARENA POSITIONING KAMI ADALAH MILIS SERIUS
----

Member Milis: 17.000 orang lebih dan hampir 10.200 orang aktif mengikuti milis, member tersebut terdiri HR Director, HR Manager, Asst. Manager & HR SPv, akademisi & HR Consultant, bahkan CEO Perusahaan sehingga diskusinya berbobot dan bergizi.

Bila anda punya kemampuan dalam bidang training & konsultasi HR, punya jiwa pengabdian & tidak komersial & ingin bergabung dengan Team HRM Club.
silahkan kirim CV anda ke: teamhrmclub@yahoo.com
subject: Bergabung dengan tim HRM Club
Sebutkan bidang keahlian anda


Pengelola

Aflaqha Dewi Ilmiarini
Dewi Indrayani

Bila email yahoo anda bouncing yakni tdk bisa menerima email, silahkan kunjungi web:
http://groups.yahoo.com/unbounce
.

__,_._,___

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment